Senin, 13 September 2010

Sabtu, 08 Mei 2010

Kumpulan Puisi terbaru

PUISI

Saat kulihat diri-mu
Kulihat kesucian-mu
Keindahan-mu
Dan semerbak harum hati-mu
Aku mengharapkanmu
Tuk selalu berada di sisiku
Satu malam yang berlalu
Tak kan pernah kembali
Waktu yang terlewati
Membuatku mengerti
Bahwa aku selalu mencintaimu
Kemurniaan hati-mu
Kesucian batin-mu
Keindahan mata-mu






PUISI

Tak terlukis oleh kata2
Sungguh indah dirimu
Bagaikan bidadari
Turun dari Surga
Cantik dan Suci
Satu yang ingin selalu kukatakan
Aku selalu mencintaimu
Sekarang…Esok..
Maupun akan datang
Sampai akhir hayatku
Biarlah ajalku menjemput
Ku kan selalu mencintai-mu
Kekasih hati-ku…..
Tak kan pernah [...]






PUISI
~ DO’A UNTUK ORANG TUA ~

Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka,
Perindahlah ucapanku di depan mereka.
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkanlah hatiku untuk mereka.
Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya
Atas didikan mereka padaku dan
Pahala yang besar
Atas kesayangan yang mereka limpahkan padaku,
Peliharalah mereka
Sebagaimana mereka memeliharaku.
Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan,
atau kesusahan yang mereka derita karena


PUISI


Bicaralah dengan Bahasa Hati
Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta.
Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.
Semua itu haruslah berasal dari hati kita.
Bicaralah dengan bahasa hati








PUISI

Doa Hari ini
Bismillah irRahman irRaheem
In Name of Allah the Most Gracious, the Most Merciful
Ya Allah….
Seandainya telah Engkau catatkan….
Dia milikku tercipta buatku….
Satukanlah hatinya dengan hatiku….
Titipkanlah kebahagiaan antara kami…
Agar kemesraan itu abadi….
Ya Allah …
Ya Tuhanku yang Maha Mengasihi….
Seiringkanlah kami melayari hidup ini….
Ke tepian yang sejahtera dan abadi….
Maka jodohkanlah kami….
Tetapi ya Allah….
Seandainya telah Engkau takdirkan
Dia bukan milikku….
Bawalah dia

SYAIR AQIDAH MUSLIM

Jika pengikut Rasulullah adalah wahabi, maka aku
akui bahwa diriku wahabi.
Kutiadakan sekutu bagi Ilah, maka tak ada Ilah
bagiku selain Yang Maha Esa dan Maha Pemberi.
Tak ada kubah yang bisa diharap, tidak pula
berhala, dan kuburan tidaklah sebab di antara
penyebab.
Tidak, sama sekali tidak, tidak pula batu, pohon,
mata air, atau patung-patung.
Juga, aku tidak mengalungkan

angkatan dalam sastra Indonesia

Secara urutan waktu maka sastra Indonesia terbagi atas beberapa angkatan:
• Angkatan Pujangga Lama
• Angkatan Sastra Melayu Lama
• Angkatan Balai Pustaka
• Angkatan Pujangga Baru
• Angkatan 1945
• Angkatan 1950 - 1960-an
• Angkatan 1966 - 1970-an
• Angkatan 1980 - 1990-an
• Angkatan Reformasi
• Angkatan 2000-an
Pujangga Lama
Pujangga lama merupakan bentuk pengklasifikasian karya sastra di Indonesia yang dihasilkan sebelum abad ke-20. Pada masa ini karya satra di dominasi oleh syair, pantun, gurindam dan hikayat. Di Nusantara, budaya Melayu klasik dengan pengaruh Islam yang kuat meliputi sebagian besar negara pantai Sumatera dan Semenanjung Malaya. Di Sumatera bagian utara muncul karya-karya penting berbahasa Melayu, terutama karya-karya keagamaan. Hamzah Fansuri adalah yang pertama di antara penulis-penulis utama angkatan Pujangga Lama. Dari istana Kesultanan Aceh pada abad XVII muncul karya-karya klasik selanjutnya, yang paling terkemuka adalah karya-karya Syamsuddin Pasai dan Abdurrauf Singkil, serta Nuruddin ar-Raniri.[1]
Karya Sastra Pujangga Lama
Sejarah
• Sejarah Melayu (Malay Annals)
Hikayat
• Hikayat Abdullah
• Hikayat Aceh
• Hikayat Amir Hamzah
• Hikayat Andaken Penurat
• Hikayat Bayan Budiman
• Hikayat Djahidin
• Hikayat Hang Tuah
• Hikayat Iskandar Zulkarnain
• Hikayat Kadirun • Hikayat Kalila dan Damina
• Hikayat Masydulhak
• Hikayat Pandawa Jaya
• Hikayat Pandja Tanderan
• Hikayat Putri Djohar Manikam
• Hikayat Sri Rama
• Hikayat Tjendera Hasan
• Tsahibul Hikayat
Syair
• Syair Bidasari
• Syair Ken Tambuhan
• Syair Raja Mambang Jauhari
• Syair Raja Siak
Kitab agama
• Syarab al-'Asyiqin (Minuman Para Pecinta) oleh Hamzah Fansuri
• Asrar al-'Arifin (Rahasia-rahasia para Gnostik) oleh Hamzah Fansuri
• Nur ad-Daqa'iq (Cahaya pada kehalusan-kehalusan) oleh Syamsuddin Pasai
• Bustan as-Salatin (Taman raja-raja) oleh Nuruddin ar-Raniri









Sastra Melayu Lama
Karya sastra di Indonesia yang dihasilkan antara tahun 1870 - 1942, yang berkembang dilingkungan masyarakat Sumatera seperti "Langkat, Tapanuli, Minangkabau dan daerah Sumatera lainnya", orang Tionghoa dan masyarakat Indo-Eropa. Karya sastra pertama yang terbit sekitar tahun 1870 masih dalam bentuk syair, hikayat dan terjemahan novel barat.
Karya Sastra Melayu Lama
• Robinson Crusoe (terjemahan)
• Lawan-lawan Merah
• Mengelilingi Bumi dalam 80 hari (terjemahan)
• Graaf de Monte Cristo (terjemahan)
• Kapten Flamberger (terjemahan)
• Rocambole (terjemahan)
• Nyai Dasima oleh G. Francis (Indo)
• Bunga Rampai oleh A.F van Dewall
• Kisah Perjalanan Nakhoda Bontekoe
• Kisah Pelayaran ke Pulau Kalimantan
• Kisah Pelayaran ke Makassar dan lain-lainnya
• Cerita Siti Aisyah oleh H.F.R Kommer (Indo)
• Cerita Nyi Paina
• Cerita Nyai Sarikem
• Cerita Nyonya Kong Hong Nio • Nona Leonie
• Warna Sari Melayu oleh Kat S.J
• Cerita Si Conat oleh F.D.J. Pangemanan
• Cerita Rossina
• Nyai Isah oleh F. Wiggers
• Drama Raden Bei Surioretno
• Syair Java Bank Dirampok
• Lo Fen Kui oleh Gouw Peng Liang
• Cerita Oey See oleh Thio Tjin Boen
• Tambahsia
• Busono oleh R.M.Tirto Adhi Soerjo
• Nyai Permana
• Hikayat Siti Mariah oleh Hadji Moekti (indo)
• dan masih ada sekitar 3000 judul karya sastra Melayu-Lama lainnya


Angkatan Balai Pustaka
Angkatan Balai Pusataka merupakan karya sastra di Indonesia yang terbit sejak tahun 1920, yang dikeluarkan oleh penerbit Balai Pustaka. Prosa (roman, novel, cerita pendek dan drama) dan puisi mulai menggantikan kedudukan syair, pantun, gurindam dan hikayat dalam khazanah sastra di Indonesia pada masa ini.
Balai Pustaka didirikan pada masa itu untuk mencegah pengaruh buruk dari bacaan cabul dan liar yang dihasilkan oleh sastra Melayu Rendah yang banyak menyoroti kehidupan pernyaian (cabul) dan dianggap memiliki misi politis (liar). Balai Pustaka menerbitkan karya dalam tiga bahasa yaitu bahasa Melayu-Tinggi, bahasa Jawa dan bahasa Sunda; dan dalam jumlah terbatas dalam bahasa Bali, bahasa Batak, dan bahasa Madura.
Nur Sutan Iskandar dapat disebut sebagai "Raja Angkatan Balai Pustaka" oleh sebab banyak karya tulisnya pada masa tersebut. Apabila dilihat daerah asal kelahiran para pengarang, dapatlah dikatakan bahwa novel-novel Indonesia yang terbit pada angkatan ini adalah "novel Sumatera", dengan Minangkabau sebagai titik pusatnya.[2]
Penulis dan Karya Sastra Angkatan Balai Pustaka
• Merari Siregar
o Azab dan Sengsara (1920)
o Binasa kerna Gadis Priangan (1931)
o Cinta dan Hawa Nafsu
• Marah Roesli
o Siti Nurbaya (1922)
o La Hami (1924)
o Anak dan Kemenakan (1956)
• Muhammad Yamin
o Tanah Air (1922)
o Indonesia, Tumpah Darahku (1928)
o Kalau Dewi Tara Sudah Berkata
o Ken Arok dan Ken Dedes (1934)
• Nur Sutan Iskandar
o Apa Dayaku karena Aku Seorang Perempuan (1923)
o Cinta yang Membawa Maut (1926)
o Salah Pilih (1928)
o Karena Mentua (1932)
o Tuba Dibalas dengan Susu (1933)
o Hulubalang Raja (1934)
o Katak Hendak Menjadi Lembu (1935) • Tulis Sutan Sati
o Tak Disangka (1923)
o Sengsara Membawa Nikmat (1928)
o Tak Membalas Guna (1932)
o Memutuskan Pertalian (1932)
• Djamaluddin Adinegoro
o Darah Muda (1927)
o Asmara Jaya (1928)
• Abas Soetan Pamoentjak
o Pertemuan (1927)
• Abdul Muis
o Salah Asuhan (1928)
o Pertemuan Djodoh (1933)
• Aman Datuk Madjoindo
o Menebus Dosa (1932)
o Si Cebol Rindukan Bulan (1934)
o Sampaikan Salamku Kepadanya (1935)















Pujangga Baru
Pujangga Baru muncul sebagai reaksi atas banyaknya sensor yang dilakukan oleh Balai Pustaka terhadap karya tulis sastrawan pada masa tersebut, terutama terhadap karya sastra yang menyangkut rasa nasionalisme dan kesadaran kebangsaan. Sastra Pujangga Baru adalah sastra intelektual, nasionalistik dan elitis.
Pada masa itu, terbit pula majalah Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisjahbana, beserta Amir Hamzah dan Armijn Pane. Karya sastra di Indonesia setelah zaman Balai Pustaka (tahun 1930 - 1942), dipelopori oleh Sutan Takdir Alisyahbana dkk. Masa ini ada dua kelompok sastrawan Pujangga baru yaitu :
1. Kelompok "Seni untuk Seni" yang dimotori oleh Sanusi Pane dan Tengku Amir Hamzah
2. Kelompok "Seni untuk Pembangunan Masyarakat" yang dimotori oleh Sutan Takdir Alisjahbana, Armijn Pane dan Rustam Effendi.
Penulis dan Karya Sastra Pujangga Baru
• Sutan Takdir Alisjahbana
o Dian Tak Kunjung Padam (1932)
o Tebaran Mega - kumpulan sajak (1935)
o Layar Terkembang (1936)
o Anak Perawan di Sarang Penyamun (1940)
• Hamka
o Di Bawah Lindungan Ka'bah (1938)
o Tenggelamnya Kapal van der Wijck (1939)
o Tuan Direktur (1950)
o Didalam Lembah Kehidoepan (1940)
• Armijn Pane
o Belenggu (1940)
o Jiwa Berjiwa
o Gamelan Djiwa - kumpulan sajak (1960)
o Djinak-djinak Merpati - sandiwara (1950)
o Kisah Antara Manusia - kumpulan cerpen (1953)
• Sanusi Pane
o Pancaran Cinta (1926)
o Puspa Mega (1927)
o Madah Kelana (1931)
o Sandhyakala Ning Majapahit (1933)
o Kertajaya (1932)
• Tengku Amir Hamzah
o Nyanyi Sunyi (1937)
o Begawat Gita (1933)
o Setanggi Timur (1939)
• Roestam Effendi
o Bebasari: toneel dalam 3 pertundjukan
o Pertjikan Permenungan
• Sariamin Ismail
o Kalau Tak Untung (1933)
o Pengaruh Keadaan (1937)
• Anak Agung Pandji Tisna
o Ni Rawit Ceti Penjual Orang (1935)
o Sukreni Gadis Bali (1936)
o I Swasta Setahun di Bedahulu (1938)
• J.E.Tatengkeng
o Rindoe Dendam (1934)
• Fatimah Hasan Delais
o Kehilangan Mestika (1935)
• Said Daeng Muntu
o Pembalasan
o Karena Kerendahan Boedi (1941)
• Karim Halim
o Palawija (1944)











Angkatan 1945 (’45)
Pengalaman hidup dan gejolak sosial-politik-budaya telah mewarnai karya sastrawan Angkatan '45. Karya sastra angkatan ini lebih realistik dibanding karya Angkatan Pujangga baru yang romantik - idealistik. Karya-karya sastra pada angkatan ini banyak bercerita tentang perjuangan merebut kemerdekaan seperti halnya puisi-puisi Chairil Anwar. Sastrawan angkatan '45 memiliki konsep seni yang diberi judul "Surat Kepercayaan Gelanggang". Konsep ini menyatakan bahwa para sastrawan angkatan '45 ingin bebas berkarya sesuai alam kemerdekaan dan hati nurani.
Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1945
• Chairil Anwar
o Kerikil Tajam (1949)
o Deru Campur Debu (1949)
• Asrul Sani, bersama Rivai Apin dan Chairil Anwar
o Tiga Menguak Takdir (1950)
• Idrus
o Dari Ave Maria ke Djalan Lain ke Roma (1948)
o Aki (1949)
o Perempuan dan Kebangsaan
• Achdiat K. Mihardja
o Atheis (1949)
• Trisno Sumardjo
o Katahati dan Perbuatan (1952)
• Utuy Tatang Sontani
o Suling (drama) (1948)
o Tambera (1949)
o Awal dan Mira - drama satu babak (1962)
• Suman Hs.
o Kasih Ta' Terlarai (1961)
o Mentjari Pentjuri Anak Perawan (1957)
o Pertjobaan Setia (1940)
Angkatan 1950 - 1960-an
Angkatan 50-an ditandai dengan terbitnya majalah sastra Kisah asuhan H.B. Jassin. Ciri angkatan ini adalah karya sastra yang didominasi dengan cerita pendek dan kumpulan puisi. Majalah tersebut bertahan sampai tahun 1956 dan diteruskan dengan majalah sastra lainnya, Sastra.
Pada angkatan ini muncul gerakan komunis dikalangan sastrawan, yang bergabung dalam Lembaga Kebudajaan Rakjat (Lekra) yang berkonsep sastra realisme-sosialis. Timbullah perpecahan dan polemik yang berkepanjangan diantara kalangan sastrawan di Indonesia pada awal tahun 1960; menyebabkan mandegnya perkembangan sastra karena masuk kedalam politik praktis dan berakhir pada tahun 1965 dengan pecahnya G30S di Indonesia.
Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1950 - 1960-an
• Pramoedya Ananta Toer
o Kranji dan Bekasi Jatuh (1947)
o Bukan Pasar Malam (1951)
o Di Tepi Kali Bekasi (1951)
o Keluarga Gerilya (1951)
o Mereka yang Dilumpuhkan (1951)
o Perburuan (1950)
o Cerita dari Blora (1952)
o Gadis Pantai (1965)
• Nh. Dini
o Dua Dunia (1950)
o Hati jang Damai (1960)
• Sitor Situmorang
o Dalam Sadjak (1950)
o Djalan Mutiara: kumpulan tiga sandiwara (1954)
o Pertempuran dan Saldju di Paris (1956)
o Surat Kertas Hidjau: kumpulan sadjak (1953)
o Wadjah Tak Bernama: kumpulan sadjak (1955)
• Mochtar Lubis
o Tak Ada Esok (1950)
o Jalan Tak Ada Ujung (1952)
o Tanah Gersang (1964)
o Si Djamal (1964)
• Marius Ramis Dayoh
o Putra Budiman (1951)
o Pahlawan Minahasa (1957)
• Ajip Rosidi
o Tahun-tahun Kematian (1955)
o Ditengah Keluarga (1956)
o Sebuah Rumah Buat Hari Tua (1957)
o Cari Muatan (1959)
o Pertemuan Kembali (1961)
• Ali Akbar Navis
o Robohnya Surau Kami - 8 cerita pendek pilihan (1955)
o Bianglala - kumpulan cerita pendek (1963)
o Hujan Panas (1964)
o Kemarau (1967)
• Toto Sudarto Bachtiar
o Etsa sajak-sajak (1956)
o Suara - kumpulan sajak 1950-1955 (1958)
• Ramadhan K.H
o Priangan si Jelita (1956)
• W.S. Rendra
o Balada Orang-orang Tercinta (1957)
o Empat Kumpulan Sajak (1961)
o Ia Sudah Bertualang (1963)
• Subagio Sastrowardojo
o Simphoni (1957)
• Nugroho Notosusanto
o Hujan Kepagian (1958)
o Rasa Sajangé (1961)
o Tiga Kota (1959)
• Trisnojuwono
o Angin Laut (1958)
o Dimedan Perang (1962)
o Laki-laki dan Mesiu (1951)
• Toha Mochtar
o Pulang (1958)
o Gugurnya Komandan Gerilya (1962)
o Daerah Tak Bertuan (1963)
• Purnawan Tjondronagaro
o Mendarat Kembali (1962)
• Bokor Hutasuhut
o Datang Malam (1963)






Angkatan 1966 - 1970-an
Angkatan ini ditandai dengan terbitnya Horison (majalah sastra) pimpinan Mochtar Lubis.[3] Semangat avant-garde sangat menonjol pada angkatan ini. Banyak karya sastra pada angkatan ini yang sangat beragam dalam aliran sastra dengan munculnya karya sastra beraliran surealistik, arus kesadaran, arketip, dan absurd. Penerbit Pustaka Jaya sangat banyak membantu dalam menerbitkan karya-karya sastra pada masa ini. Sastrawan pada angkatan 1950-an yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah Motinggo Busye, Purnawan Tjondronegoro, Djamil Suherman, Bur Rasuanto, Goenawan Mohamad, Sapardi Djoko Damono dan Satyagraha Hoerip Soeprobo dan termasuk paus sastra Indonesia, H.B. Jassin.
Beberapa satrawan pada angkatan ini antara lain: Umar Kayam, Ikranegara, Leon Agusta, Arifin C. Noer, Darmanto Jatman, Arief Budiman, Goenawan Mohamad, Budi Darma, Hamsad Rangkuti, Putu Wijaya, Wisran Hadi, Wing Kardjo, Taufik Ismail dan banyak lagi yang lainnya.
Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1966
• Taufik Ismail
o Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia
o Tirani dan Benteng
o Buku Tamu Musim Perjuangan
o Sajak Ladang Jagung
o Kenalkan
o Saya Hewan
o Puisi-puisi Langit
• Sutardji Calzoum Bachri
o O
o Amuk
o Kapak
• Abdul Hadi WM
o Meditasi (1976)
o Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur (1975)
o Tergantung Pada Angin (1977)
• Sapardi Djoko Damono
o Dukamu Abadi (1969)
o Mata Pisau (1974)
• Goenawan Mohamad
o Parikesit (1969)
o Interlude (1971)
o Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malin Kundang (1972)
o Seks, Sastra, dan Kita (1980)
• Umar Kayam
o Seribu Kunang-kunang di Manhattan
o Sri Sumarah dan Bawuk
o Lebaran di Karet
o Pada Suatu Saat di Bandar Sangging
o Kelir Tanpa Batas
o Para Priyayi
o Jalan Menikung
• Danarto
o Godlob
o Adam Makrifat
o Berhala
• Nasjah Djamin
o Hilanglah si Anak Hilang (1963)
o Gairah untuk Hidup dan untuk Mati (1968)
• Putu Wijaya
o Bila Malam Bertambah Malam (1971)
o Telegram (1973)
o Stasiun (1977)
o Pabrik
o Gres
o Bom
• Djamil Suherman
o Perjalanan ke Akhirat (1962)
o Manifestasi (1963)
• Titis Basino
o Dia, Hotel, Surat Keputusan (1963)
o Lesbian (1976)
o Bukan Rumahku (1976)
o Pelabuhan Hati (1978)
o Pelabuhan Hati (1978)
• Leon Agusta
o Monumen Safari (1966)
o Catatan Putih (1975)
o Di Bawah Bayangan Sang Kekasih (1978)
o Hukla (1979)
• Iwan Simatupang
o Ziarah (1968)
o Kering (1972)
o Merahnya Merah (1968)
o Keong (1975)
o RT Nol/RW Nol
o Tegak Lurus Dengan Langit
• M.A Salmoen
o Masa Bergolak (1968)
• Parakitri Tahi Simbolon
o Ibu (1969)
• Chairul Harun
o Warisan (1979)
• Kuntowijoyo
o Khotbah di Atas Bukit (1976)
• M. Balfas
o Lingkaran-lingkaran Retak (1978)
• Mahbub Djunaidi
o Dari Hari ke Hari (1975)
• Wildan Yatim
o Pergolakan (1974)
• Harijadi S. Hartowardojo
o Perjanjian dengan Maut (1976)
• Ismail Marahimin
o Dan Perang Pun Usai (1979)
• Wisran Hadi
o Empat Orang Melayu
o Jalan Lurus

















Angkatan 1980 - 1990-an
Karya sastra di Indonesia pada kurun waktu setelah tahun 1980, ditandai dengan banyaknya roman percintaan, dengan sastrawan wanita yang menonjol pada masa tersebut yaitu Marga T. Karya sastra Indonesia pada masa angkatan ini tersebar luas diberbagai majalah dan penerbitan umum.
Beberapa sastrawan yang dapat mewakili angkatan dekade 1980-an ini antara lain adalah: Remy Sylado, Yudistira Ardinugraha, Noorca Mahendra, Seno Gumira Ajidarma, Pipiet Senja, Kurniawan Junaidi, Ahmad Fahrawie, Micky Hidayat, Arifin Noor Hasby, Tarman Effendi Tarsyad, Noor Aini Cahya Khairani, dan Tajuddin Noor Ganie.
Nh. Dini (Nurhayati Dini) adalah sastrawan wanita Indonesia lain yang menonjol pada dekade 1980-an dengan beberapa karyanya antara lain: Pada Sebuah Kapal, Namaku Hiroko, La Barka, Pertemuan Dua Hati, dan Hati Yang Damai. Salah satu ciri khas yang menonjol pada novel-novel yang ditulisnya adalah kuatnya pengaruh dari budaya barat, di mana tokoh utama biasanya mempunyai konflik dengan pemikiran timur.
Mira W dan Marga T adalah dua sastrawan wanita Indonesia yang menonjol dengan fiksi romantis yang menjadi ciri-ciri novel mereka. Pada umumnya, tokoh utama dalam novel mereka adalah wanita. Bertolak belakang dengan novel-novel Balai Pustaka yang masih dipengaruhi oleh sastra Eropa abad ke-19 dimana tokoh utama selalu dimatikan untuk menonjolkan rasa romantisme dan idealisme, karya-karya pada era 1980-an biasanya selalu mengalahkan peran antagonisnya.
Namun yang tak boleh dilupakan, pada era 1980-an ini juga tumbuh sastra yang beraliran pop, yaitu lahirnya sejumlah novel populer yang dipelopori oleh Hilman Hariwijaya dengan serial Lupusnya. Justru dari kemasan yang ngepop inilah diyakini tumbuh generasi gemar baca yang kemudian tertarik membaca karya-karya yang lebih berat.
Ada nama-nama terkenal muncul dari komunitas Wanita Penulis Indonesia yang dikomandani Titie Said, antara lain: La Rose, Lastri Fardhani, Diah Hadaning, Yvonne de Fretes, dan Oka Rusmini.
Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1980
• Ahmadun Yosi Herfanda
o Ladang Hijau (1980)
o Sajak Penari (1990)
o Sebelum Tertawa Dilarang (1997)
o Fragmen-fragmen Kekalahan (1997)
o Sembahyang Rumputan (1997)
• Y.B Mangunwijaya
o Burung-burung Manyar (1981)
• Darman Moenir
o Bako (1983)
o Dendang (1988)
• Budi Darma
o Olenka (1983)
o Rafilus (1988)
• Sindhunata
o Anak Bajang Menggiring Angin (1984)
• Arswendo Atmowiloto
o Canting (1986)
• Hilman Hariwijaya
o Lupus - 28 novel (1986-2007)
o Lupus Kecil - 13 novel (1989-2003)
o Olga Sepatu Roda (1992)
o Lupus ABG - 11 novel (1995-2005)
• Dorothea Rosa Herliany
o Nyanyian Gaduh (1987)
o Matahari yang Mengalir (1990)
o Kepompong Sunyi (1993)
o Nikah Ilalang (1995)
o Mimpi Gugur Daun Zaitun (1999)
• Gustaf Rizal
o Segi Empat Patah Sisi (1990)
o Segi Tiga Lepas Kaki (1991)
o Ben (1992)
o Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta (1999)
• Remy Sylado
o Ca Bau Kan (1999)
o Kerudung Merah Kirmizi (2002)

















Angkatan Reformasi
Seiring terjadinya pergeseran kekuasaan politik dari tangan Soeharto ke BJ Habibie lalu KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Sukarnoputri, muncul wacana tentang "Sastrawan Angkatan Reformasi". Munculnya angkatan ini ditandai dengan maraknya karya-karya sastra, puisi, cerpen, maupun novel, yang bertema sosial-politik, khususnya seputar reformasi. Di rubrik sastra harian Republika misalnya, selama berbulan-bulan dibuka rubrik sajak-sajak peduli bangsa atau sajak-sajak reformasi. Berbagai pentas pembacaan sajak dan penerbitan buku antologi puisi juga didominasi sajak-sajak bertema sosial-politik.
Sastrawan Angkatan Reformasi merefleksikan keadaan sosial dan politik yang terjadi pada akhir tahun 1990-an, seiring dengan jatuhnya Orde Baru. Proses reformasi politik yang dimulai pada tahun 1998 banyak melatarbelakangi kelahiran karya-karya sastra -- puisi, cerpen, dan novel -- pada saat itu. Bahkan, penyair-penyair yang semula jauh dari tema-tema sosial politik, seperti Sutardji Calzoum Bachri, Ahmadun Yosi Herfanda, Acep Zamzam Noer, dan Hartono Benny Hidayat, juga ikut meramaikan suasana dengan sajak-sajak sosial-politik mereka.
Penulis dan Karya Sastra Angkatan Reformasi
• Widji Thukul
o Puisi Pelo
o Darman








Angkatan 2000-an
Setelah wacana tentang lahirnya sastrawan Angkatan Reformasi muncul, namun tidak berhasil dikukuhkan karena tidak memiliki juru bicara, Korrie Layun Rampan pada tahun 2002 melempar wacana tentang lahirnya "Sastrawan Angkatan 2000". Sebuah buku tebal tentang Angkatan 2000 yang disusunnya diterbitkan oleh Gramedia, Jakarta pada tahun 2002. Seratus lebih penyair, cerpenis, novelis, eseis, dan kritikus sastra dimasukkan Korrie ke dalam Angkatan 2000, termasuk mereka yang sudah mulai menulis sejak 1980-an, seperti Afrizal Malna, Ahmadun Yosi Herfanda dan Seno Gumira Ajidarma, serta yang muncul pada akhir 1990-an, seperti Ayu Utami dan Dorothea Rosa Herliany.
Penulis dan Karya Sastra Angkatan 2000
• Ayu Utami
o Saman (1998)
o Larung (2001)
• Seno Gumira Ajidarma
o Atas Nama Malam
o Sepotong Senja untuk Pacarku
o Biola Tak Berdawai
• Dewi Lestari
o Supernova 1: Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh (2001)
o Supernova 2.1: Akar (2002)
o Supernova 2.2: Petir (2004)
• Habiburrahman El Shirazy
o Ayat-Ayat Cinta (2004)
o Diatas Sajadah Cinta (2004)
o Ketika Cinta Berbuah Surga (2005)
o Pudarnya Pesona Cleopatra (2005)
o Ketika Cinta Bertasbih 1 (2007)
o Ketika Cinta Bertasbih 2 (2007)
o Dalam Mihrab Cinta (2007)
• Andrea Hirata
o Laskar Pelangi (2005)
o Sang Pemimpi (2006)
o Edensor (2007)
o Maryamah Karpov (2008)

















Cybersastra
Era internet memasuki komunitas sastra di Indonesia. Banyak karya sastra Indonesia yang tidak dipublikasi berupa buku namun termaktub di dunia maya (Internet), baik yang dikelola resmi oleh pemerintah, organisasi non-profit, maupun situs pribadi. Ada beberapa situs Sastra Indonesia di dunia maya.
Pranala luar
• http://www.sumpahpalapa.com/ (lihat link sastra)
• http://www.geocities.com/tumpal_feui/CIPTA.html
• http://www.cybersastra.net/
• Sastra Romantis dari Jogja
Referensi
1. ^ Ricklefs, M.C. (1991). A History of Modern Indonesia 1200-2004. London: MacMillan.
2. ^ Mahayana, Maman S, Oyon Sofyan (1991). Ringkasan dan Ulasan Novel Indonesia Modern. Jakarta: Grasindo.
3. ^ Yudiono (2007). Pengantar Sejarah Sastra Indonesia. Jakarta: Grasindo.
Topik Indonesia

Sejarah Nusantara
Prasejarah • Kerajaan Hindu-Buddha • Kerajaan Islam • Era Portugis • Era VOC • Era Belanda • Era Jepang

Sejarah Indonesia
Sejarah nama Indonesia • Proklamasi • Masa transisi • Era Orde Lama (Demokrasi Terpimpin • Gerakan 30 September • Dekrit Presiden) • Era Orde Baru (Supersemar • Integrasi Timor Timur • Gerakan 1998) • Era reformasi

Geografi
Danau & Waduk • Fauna • Flora • Gunung • Gunung berapi • Pegunungan • Pulau • Sungai • Taman nasional • Terumbu karang • Selat

Politik dan pemerintahan
Pemerintah • Presiden • Kementerian • MPR • DPR • DPD • MA • MK • BPK • Perwakilan di luar negeri • Kepolisian • Militer • Lembaga pemerintahan • Administratif • Provinsi • Kabupaten/Kota • Hubungan luar negeri • Hukum • Pemilu • Partai politik

Ekonomi
Perusahaan • Pariwisata • Transportasi • Pasar modal • Bank • BUMN • BEI

Demografi
Suku • Bahasa • Agama • Nama Indonesia

Budaya
Arsitektur • Seni • Film • Makanan • Tari • Mitologi • Pendidikan • Sastra • Media • Musik • Hari penting • Olahraga • Busana daerah

Topik lainnya Bandar udara • Tokoh • A - Z • Telekomunikasi • Bunga • Tanda Kehormatan • Kode telepon • Pembangkit listrik • Televisi nasional • Televisi regional

Portal Indonesia

Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Sastra_Indonesia"
Kategori: Sastra Indonesia

kumpulan pantun

Banyak sayur dijual di pasar

Banyak sayur dijual di pasar
Banyak juga menjual ikan
Kalau kamu sudah lapar
cepat cepatlah pergi makan

Kalau harimau sedang mengaum
Bunyinya sangat berirama
Kalau ada ulangan umum
Marilah kita belajar bersama

Hati-hati menyeberang
Jangan sampai titian patah
Hati-hati di rantau orang
Jangan sampai berbuat salah

Manis jangan lekas ditelan
Pahit jangan lekas dimuntahkan
Mati semut karena manisan
Manis itu bahaya makanan.

Buah berangan dari Jawa
Kain terjemur disampaian
Jangan diri dapat kecewa
Lihat contoh kiri dan kanan

Di tepi kali saya menyinggah
Menghilang penat menahan jerat
Orang tua jangan disanggah
Agar selamat dunia akhirat

Tumbuh merata pohon tebu
Pergi ke pasar membeli daging
Banyak harta miskin ilmu
Bagai rumah tidak berdinding

Pinang muda dibelah dua
Anak burung mati diranggah
Dari muda sampai ke tua
Ajaran baik jangan diubah

Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh
Supaya engkau tidak ketinggalan

Anak ayam turun sembilan
Mati satu tinggal delapan
Ilmu boleh sedikit ketinggalan
Tapi jangan sampai putus harapan

Anak ayam turun delapan
Mati satu tinggal lah tujuh
Hidup harus penuh harapan
Jadikan itu jalan yang dituju

Ada ubi ada talas
Ada budi ada balas
Sebab pulut santan binasa
Sebab mulut badan merana

Jalan kelam disangka terang
Hati kelam disangka suci
Akal pendek banyak dipandang
Janganlah hati kita dikunci

Bunga mawar bunga melati
Kala dicium harum baunya
Banyak cara sembuhkan hati
Baca Quran paham maknanya

Ilmu insan setitik embun
Tiada umat sepandai Nabi
Kala nyawa tinggal diubun
Turutlah ilmu insan nan mati

Ke hulu membuat pagar,
Jangan terpotong batang durian;
Cari guru tempat belajar,
Supaya jangan sesal kemudian.

Tiap nafas tiadalah kekal
Siapkan bekal menjelang wafat
Turutlah Nabi siapkan bekal
Dengan sebar ilmu manfaat

AWAL PERANG DUNIA II DAN PERISTIWA RENGAS DENGKLOK

AWAL PERANG DUNIA II

Pada awal Perang Dunia II, Jepang mengalami kemenangan dimana-mana, Imperialisme barat di Asia Tenggara berhasil ditumbangkannya. Tetapi pada akhir perang dunia II keadaan berbalik,Jepang mulai terdesak oleh tentara sekutu.
Dalam


keadaan seperti ini, tanggal 7 September 1944 Jepang memberikan janji kemerdekaan kepada bangsa Indonesia janji tersebut dikenal dengan sebutan Janji Koiso. Kekalahan Jepang mencapai puncaknya setelah kota Hirosima dan Nagasaki dijatuhi bom atom oleh sekutu pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, yang akhirnya Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu tanggal 15 Agustus 1945. dengan menyerahnya Jepang kepada sekutu ini, maka di Indonesia terjadi kekosongan kekuasaan (vacuum of power), dimana Jepang sudah menyerah kepada sekutu sementara sekutu belum mengambil alih Indonesia.






PERISTIWA RENGAS DENGKLOK

Penyerahan Jepang kepada Sekutu tanggal 15 Agustus 1945 telah didengar oleh Bangsa Indonesia. Pada saat itu, Ir.Soekarno, Drs Moh. Hatta dan Dr. Rajiman Widyodiningrat sudah pulang dari Dalath (Vietnam) dan sudah tiba di Jakarta. Para tokoh pejuang kemerdekaan terutama golongan muda sudah mendengar berita kekelehan Jepang, oleh karena itu mereka segera menemui Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.











Antara golongan tua dan golongan muda sepakat bahwa kemerdekaan Indonesia harus segera diproklamasikan. Namun kedua pihak berbeda pendapat mengenai pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Akibat perbedaan pendapat tersebut maka terjadilah suatu peristiwa yang disebut Peristiwa Rengas Dengklok . Peristiwa itu terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 yaitu para tokoh golongan muda,diantaranya : Sukarni, Yusuf Kunto dan Syodanco Sinngih membawa Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta ke rengas dengklok, dengan tujuan untuk menghindari tekanan dan pengaruh dari Jepang.

LAPORAN DIKLAT PRAJABATAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL

LAPORAN
DIKLAT PRAJABATAN GOLONGAN I DAN II
CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
TANGGAL 08 – 26 MARET 2010
DI KENDAL



















DISUSUN OLEH :
NAMA : SUBHAN MALIK, A.Ma
NIP : 150418116



KANTOR KEMENTERIAN AGAMA
KABUPATEN CILACAP
TAHUN 2010



KATA PENGANTAR


Alhamdulillah, syukur kepada Allah SWT. yang selalu melimpahkan rahmat dan karuniaNya, sehingga selama 19 hari kita mampu menuntaskan diklat Prajabatan dengan selamat.
Sholawat beserta salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW. yang telah menuntun kita dengan cintanya, membawa kita menuju jalan yang penuh cahaya.
Sebagaimana kita ketahui bahwa, PP No.101 tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Prajabatan dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian dan etika PNS. Disamping pengetahuan dasar tentang sistem penyelengaraan pemerintah Negara, bidang tugas dan budaya, organisasi agar mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat. Untuk mewujudkan PNS yang memiliki kompetensi sesuai dengan amanat PP No. 101 tahun 2000, maka seorang CPNS harus mengikuti dan lulus Diklat Prajabatan sebagai syarat untuk dapat diangkat menjadi PNS.
Oleh karena itu, kami selaku peserta sangat menyambut baik adanya program DIKLAT PRAJABATAN ini, sebagai bekal pengabdian kepada bangsa, Negara dan masyarakat.
Dan selanjutnya, terima kasih kami ucapkan kepada :
1. Ka. Kantor Kementerian Agama Kab. Cilacap
2. Ka. Balai Diklat Keagamaan Semarang
3. Kepada semua pihak yang telah membantu dan mendo’akan kami.
Semoga laporan yang sederhana ini, bermanfaat untuk semua pihak.






Semarang, 2010
Peserta



SUBHAN MALIK, A. Ma
NIP. 150401111



BAB I

PROGRAM PRAJABATAN
GOLONGAN I DAN II ANGKATAN 9 dan 10
BAGI CPNS HONORER


A. PENDAHULUAN
1. Latar belakang
Diklat Prajabatan merupakan syarat pengangkatan CPNS menjadi PNS yang dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian etika PNS, disamping pengetahuan dan kompetensi dasar tentang sistem penyelenggaraan pemerintah Negara serta bidang tugas dan budaya organisasinya agar mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat.

2. Dasar Hukum
a. UU No 8 Tahun 1974 JO UU No 43 tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian.
b. Peraturan Pemerintah No 101 tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil.
c. Keputusan Menteri Agama RI No 345 tahun 2004 tentang susunan Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Keagamaan.
d. Keputusan Kepala LAN No. : 193/XII/10/6/2001 tentang Pedomaan Umum Penyelengaraan Diklat Prajabatan PNS.
e. Keputusan Kepala LAN No. 2 tahun 2003 tentang Pedoman Penyelenggaraan DIKLAT Prajabatan Golongan II.
f. Keputusan Kepala LAN No. 1 tahun 2003 tentang Pedoman Penyelenggaraan DIKLAT Prajabatan Golongan II.
g. Surat Edaran Kepala LAN No 1 tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Diklat Prajabatan Golongan I dan II bagi CPNS yang diangkat dari tenaga Honorer.


B. TUJUAN, SASARAN DAN KOMPETENSI
1. TUJUAN
a. Meningkatkan pengetahuan, keahlian. Ketrampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas secara professional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kebutuan instansi.
b. Menciptakan aparatur yang mampu, yang berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan Bangsa.
c. Memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan pengayoman dan pemberdayaan masyarakat.
d. Menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintah umum dan pembangunan demi terwujudnya pemerintahan yang baik.

2. SASARAN
Terwujudnya PNS yang memiliki kompentensi yang sesuai dengan persyaratan pengangkatan untuk menjadi PNS sesuai dengan golongannya.

3. KOMPETENSI (KEMAMPUAN YANG PERLU DIMILIKI OLEH PNS)
a. Menunjukkan kompetensi, komitmen dan integrasi moral tanggungjawab profesi sebagai PNS
b. Mewujudkan disiplin dan etos kerja
c. Menjelaskan pokok-pokok sistem penyelenggaraan pemerintahan NKRI.
d. Menjelaskan posisi, peran, fungsi dan wewenang instansi asal peserta dan organisasi public.
e. Menjelaskan masalah penyelenggaraan pemerintah NKRI.
f. Menjelaskan ketentuan-ketentuan kepegawaian berkaitan dengan hak dan kewajiban PNS
g. Menjelaskan wawasan kebangsaan dalam kerangka NKRI.
h. Menerapkan prinsip-prinsip budaya organisasi pemerintah.
i. Mengaplikasikan teknik manajemen perkantoran modern di unit kerjanya.
j. Menerapkan prinsip-prinsip pelayanan prima.
k. Bekerjasama dalam kelompok melalui komunikasi yang saling menghargai.
l. Memahami pola pikir PNS melalui pengenalan terhadap konsepsi dasar Pola Pikir
m. Menjelaskan Konsepsi Penyelenggaraan Negara yang Bersih yang bebas dari Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN)

C. PESERTA DIKLAT GOLONGAN I DAN II
Peserta Diklat Prajabatan Golongan I, II pelaksanaan di Kendal berjumlah 2 (dua) kelas yaitu Angkatan/kelas 9 dan 10. Setiap kelas berjumlah 40 orang. Peserta tersebut terdiri dari Kanwil Kementerian Agama Jawa-Tengah dan D.I. Yogyakarta yang terdiri dari :
ALOKASI JUMLAH PESERTA DIKLAT PRAJABATAN KELAS/ANGKATAN 9 - 10

NO ASAL DAERAH/INSTANSI JUMLAH KET
1 Kementerian Agama Kab. Cilacap
2 Kementerian Agama Kab.Banyumas
3 Kementerian Agama Kab.Kebumen
4 Kementerian Agama Kab.Wonosobo
5 Kementerian Agama Kab.Sukoharjo
6 Kementerian Agama Kab.Purbalingga
7 Kementerian Agama Kab.Batang
8 Kementerian Agama Kab.Pemalang
9 Kementerian Agama Kab.Banjarnegara
10 Kementerian Agama Kab.Salatiga
11 Kementerian Agama Kab.Boyolali
12 Kementerian Agama Kab.Semarang
13
Kementerian Agama Kab. Kodya Yogyakarta
14 Kementerian Agama Kab.Gunungkidul
15 Kementerian Agama Kab. Kulon Progo
16 Kementerian Agama Kab. Sragen
17. Kementerian Agama Kab. Batang
18. Kementerian Agama Kab. Pekalongan
19. Kementerian Agama Kab.
20. Kementerian Agama Kab.
21. Kementerian Agama Kab.
D. WAKTU PELAKSANAAN DAN KURIKULUM DIKLAT
1. Waktu dan ketentuan Diklat Prajabatan
Diklat Prajabatan golongan I dan II angkatan/Kelas 9 dan 10 Honorer dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Diklat dilaksanakan selama 19 hari dengan jumlah 184 jam pelajaran @ 45 menit.
b. Rata-rata 9 jam pelajaran perhari
c. Peserta di asramakan/wajib tinggal di asrama selama mengikuti Diklat prajabatan

2. Ko Kurikuler/PMFD
a. Pembinaan baca Al-Qur’an dan ibadah (peserta yang beragama Islam)
b. Jama’ah sholat subuh (peserta yang beragama Islam)
c. Peraturan baris berbaris dan Latihan Tata Upacara Sipil (PBB dan TUS)
d. Olah raga (senam dan jalan sehat) Apel pagi

E. EVALUASI
Beberapa aspek penilaian peserta Diklat Prajabatan Golongan I dan II adalah terdiri dari :
1. 60% aspek afektif/ sikap dan perilaku
Disiplin berbobot : 30%
Kerjasama berbobot : 20%
Prakarsa berbobot : 10%
2. 40% aspek kognitif/penguasaan materi
Jumlah nilai sikap dan perilaku ditambah nilai penguasaan materi (hasil ujian) adalah nilai akhiryang diperoleh peserta Diklat Prajabatan. Apabila peserta mendapat nilai rata-rata akhir kurang dari 70 dinyatakan TIDAK LULUS atau kehadiran peserta kurang dari 95% dari jam pelajaran dinyatakan GUGUR.
Kualifikasi kelulusan peserta ditetapkan sebagai berikut :
a. Lulus sangat memuaskan : skor 92,5 – 100
b. Lulus memuaskan : skor 82,5 – 92,4
c. Lulus baik sekali : skor 77,5 – 84,9
d. Lulus baik : skor 70,0 -77,4
e. Tidak lulus : skor di bawah 70

F. FASILITATOR
Pelaksanaan Diklat Prajabatan Golongan I dan II Angkatan 9 dan 10 Honorer difasilitasi di antaranya:
1. Panitia Umum dari Balai Diklat Tenaga Teknis Keagamaan Semarang
2. Panitia Kelas
3. Tim PMFD (Pembinaan Mental Fisik dan Disiplin)
4. Pengurus kelas/Angkatan 9
a. Ketua : 1. Shobirin, A. Ma
2.Wawan Kurniawan
b. Sekretaris : 1. Aminudin
2.Sakdiyah
c. Bendahara : 1. Dwi Adi Cahyati, A. Md
2. Umi Hikmah,
d. Seksi-seksi
Fisik /Olah Raga : 1.Sultono Priyanto, A. Ma
2.Sumadi
Keagamaan : 1.Zarkoni, A. Ma
2.Siti Fatonah

Pengurus kelas/Angkatan 10
a. Ketua : 1. Sujiyono
b. Sekretaris : Aniristiayana
c. Bendahara : Khairiyah
d. Seksi-seksi
Fisik /Olah Raga : Mukti Widodo
Keagamaan : Ansori
5.Widyaiswara
Widyaiswara sebagai pelaksana materi pembelajaran di kelas atau angkatan 9 dan 10 terdiri dari :
No. MATERI
PEMBELAJARAN KELAS / ANGK. 9 KELAS / ANGK. 10
1. Dinamika kelompok Drs. Suyadi, M. Kes Drs. H. Romli, M. Pd

2. Prinsip pelaksanaan perkantoran moderen Drs. H. Maskuri Drs. H. Maskuri

3. Sistem penyelenggaraan Pemerintah NKRI Drs.Tarmuji,MA Drs. H. Muh. Jam’an Haq, M. Pd

4. Wawasan kebangsaan dalam kerangka NKRI Mutadi, S Pd, M. Ed Drs. Sholahudin, M. Pd

5. Membangun kerja sama tim ( Team Building) Drs. Teguh Suyitno, M. Pd Drs. Bisri Mustofa, M. Pd

6. Budaya kerja Organisasi Pemerintah Drs. H.Nafiuddin, M.si., M.Pd Drs. H. Machsun Chozin

7. Percepatan pemberantasan koropsi. Drs. H. Djunaidi Drs. H. Djunaidi

8.
Etika Organisasi pemerintah Darwiyanto, S. Pd., M.Pd Drs. Teguh Suyitno, M. Pd

9.
Komunikasi yang efektif Dra.Hj.Siti Rokhanah, M.Ag Nurul Kamilati, M. Pd. M. Ed
10. Pelayanan prima Drs. H. Romli, M. Pd Drs. Suyadi, M. Kes
11. Menejemen kepeg.Negara Humaidi Adnan, BA Humaidi Adnan, BA
12. Pemerintahan yang baik. Drs.Slamet, M.Ag Drs.Slamet, M.Ag
13. Pola pikir (Mind Setting) H. Sholihin, M. Si H. Sholihin, M. Si

14. Tata Persuratan dan tehnik pengarsipan surat. Drs. H. Maskuri Drs. H. Maskuri
15. Tata Cara Pembuatan Laporan. Drs. H. Faizin,MM Drs. H. Faizin,MM

16. Muatan Substansi Kem. Agama Pusat dan daerah Drs. Moh. Dachirin Said, SH. Drs. Moh. Dachirin Said, SH.

17. Kebijakan pembinaan Kehidupan beragama Drs. H. Masykur Hadi, MM Drs. H. Masykur Hadi, MM


6. Akomodasi
Selama kegiatan Diklat Prajabatan Golongan I dan II angkatan 9, 10 Honorer peseta mendapat Akomudasi/Konsumsi sbb :
a. Konsumsi makan 3 kali, snack 2 kali
b. Asrama yang memadai
c. Ruang kuliah masing-masing Angkatandan Aula
d. Sarana olahraga
e. Televisi
f. Mendapatkan Topi, Tas dan Kaos








BAB II
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

A. PROSES PEMBELAJARAN
Proses pembelajaran dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh panitia. Adapun Proses pembelajaran dilakukan sejak tanggal 08 Februari sampai 26 Maret 2010. Pembelajaran dimulai pukul 04.30 dan diakhiri pukul 21.00 WIB.

B. ALAT BANTU PEMBELAJARAN
Dalam melaksanakan pembelajaran disediakan alat bantu berupa :
1. Laptop
2. LCD
3. White board
4. Wireles
5. Spidol dan Penghapus
6. Kertas HVS dan Dorslag
7. Meja dan Kursi

C. MANFAAT DIKLAT UNTUK MELAKSANAKAN TUGAS
Setelah peserta mengikuti Pendidikan dan Latihan Prajabatan, diharapkan adanya hasil yang diperoleh oleh peserta, yang diantaranya yaitu :
1. Peserta dapat meningkatkan pengetahuan, keahlian, ketrampilan sikap dan dapat melaksanakan tugas secara professional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kebutuhan instansi.
2. Peserta dapat memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayananan, pengayoman, dan pemberdayaan masyarakat.
3. Peserta dapat menciptakan visi dan dinamika serta pola pikir dalam melaksanakan tugas.








BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Dari pelaksanaan kegiatan prajabatan golongan I dan II angkatan 9 honorer dapat diambil kesimpulan :
1. Peserta sebagai unsur utama aparatur Negara mempunyai peran yang menentukan demi terselenggaranya keberhasilan pembangunan pemerintah.
2. Peserta diharapkan mampu menjadi sosok PNS yang berperan di instansi masing-masing dengan didukung kemampuan yang memadai.
3. Peserta mempunyai sikap, komitmen, disiplin dan etos kerja yang baik.

B. SARAN
Untuk mewujudkan hasil yang maksimal dalam kegiatan prajabatan dan demi sempurnanya laporan ini, kami memberikan saran kepada instansi yang terkait:
1. Peserta hendaknya menjadikan kegiatan ini sebagai momentum membekali diri menjadi PNS yang berprestasi, berdedikasi tinggi, mempunyai loyalitas yang tinggi dan berakhlaqul karimah serta menghindari perbuatan tercela.
2. Perlu diadakan materi outbound.
3. Karena masih banyak CPNS yang belum mengikuti Diklat Prajabatan, kami mengusulkan Diklat Prajabatan bisa diadakan di setiap Propinsi.
4. Kepada Bapak/Ibu Pejabat Struktural memberikan perhatian lebih pada peserta sehingga pada akhirnya peserta mempunyai daya guna yang lebih baik di instansi masing-masing.

C. LAMPIRAN

LAPORAN
DIKLAT PRAJABATAN GOLONGAN I DAN II
CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
TANGGAL 08 – 26 MARET 2010
DI KENDAL



















DISUSUN OLEH :
NAMA : SUBHAN MALIK, A.Ma
NIP : 150418116



KANTOR KEMENTERIAN AGAMA
KABUPATEN CILACAP
TAHUN 2010



KATA PENGANTAR


Alhamdulillah, syukur kepada Allah SWT. yang selalu melimpahkan rahmat dan karuniaNya, sehingga selama 19 hari kita mampu menuntaskan diklat Prajabatan dengan selamat.
Sholawat beserta salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW. yang telah menuntun kita dengan cintanya, membawa kita menuju jalan yang penuh cahaya.
Sebagaimana kita ketahui bahwa, PP No.101 tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Prajabatan dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian dan etika PNS. Disamping pengetahuan dasar tentang sistem penyelengaraan pemerintah Negara, bidang tugas dan budaya, organisasi agar mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat. Untuk mewujudkan PNS yang memiliki kompetensi sesuai dengan amanat PP No. 101 tahun 2000, maka seorang CPNS harus mengikuti dan lulus Diklat Prajabatan sebagai syarat untuk dapat diangkat menjadi PNS.
Oleh karena itu, kami selaku peserta sangat menyambut baik adanya program DIKLAT PRAJABATAN ini, sebagai bekal pengabdian kepada bangsa, Negara dan masyarakat.
Dan selanjutnya, terima kasih kami ucapkan kepada :
1. Ka. Kantor Kementerian Agama Kab. Cilacap
2. Ka. Balai Diklat Keagamaan Semarang
3. Kepada semua pihak yang telah membantu dan mendo’akan kami.
Semoga laporan yang sederhana ini, bermanfaat untuk semua pihak.






Semarang, 2010
Peserta



SUBHAN MALIK, A. Ma
NIP. 150401111



BAB I

PROGRAM PRAJABATAN
GOLONGAN I DAN II ANGKATAN 9 dan 10
BAGI CPNS HONORER


A. PENDAHULUAN
1. Latar belakang
Diklat Prajabatan merupakan syarat pengangkatan CPNS menjadi PNS yang dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian etika PNS, disamping pengetahuan dan kompetensi dasar tentang sistem penyelenggaraan pemerintah Negara serta bidang tugas dan budaya organisasinya agar mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat.

2. Dasar Hukum
a. UU No 8 Tahun 1974 JO UU No 43 tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian.
b. Peraturan Pemerintah No 101 tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil.
c. Keputusan Menteri Agama RI No 345 tahun 2004 tentang susunan Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Keagamaan.
d. Keputusan Kepala LAN No. : 193/XII/10/6/2001 tentang Pedomaan Umum Penyelengaraan Diklat Prajabatan PNS.
e. Keputusan Kepala LAN No. 2 tahun 2003 tentang Pedoman Penyelenggaraan DIKLAT Prajabatan Golongan II.
f. Keputusan Kepala LAN No. 1 tahun 2003 tentang Pedoman Penyelenggaraan DIKLAT Prajabatan Golongan II.
g. Surat Edaran Kepala LAN No 1 tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Diklat Prajabatan Golongan I dan II bagi CPNS yang diangkat dari tenaga Honorer.


B. TUJUAN, SASARAN DAN KOMPETENSI
1. TUJUAN
a. Meningkatkan pengetahuan, keahlian. Ketrampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas secara professional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kebutuan instansi.
b. Menciptakan aparatur yang mampu, yang berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan Bangsa.
c. Memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan pengayoman dan pemberdayaan masyarakat.
d. Menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintah umum dan pembangunan demi terwujudnya pemerintahan yang baik.

2. SASARAN
Terwujudnya PNS yang memiliki kompentensi yang sesuai dengan persyaratan pengangkatan untuk menjadi PNS sesuai dengan golongannya.

3. KOMPETENSI (KEMAMPUAN YANG PERLU DIMILIKI OLEH PNS)
a. Menunjukkan kompetensi, komitmen dan integrasi moral tanggungjawab profesi sebagai PNS
b. Mewujudkan disiplin dan etos kerja
c. Menjelaskan pokok-pokok sistem penyelenggaraan pemerintahan NKRI.
d. Menjelaskan posisi, peran, fungsi dan wewenang instansi asal peserta dan organisasi public.
e. Menjelaskan masalah penyelenggaraan pemerintah NKRI.
f. Menjelaskan ketentuan-ketentuan kepegawaian berkaitan dengan hak dan kewajiban PNS
g. Menjelaskan wawasan kebangsaan dalam kerangka NKRI.
h. Menerapkan prinsip-prinsip budaya organisasi pemerintah.
i. Mengaplikasikan teknik manajemen perkantoran modern di unit kerjanya.
j. Menerapkan prinsip-prinsip pelayanan prima.
k. Bekerjasama dalam kelompok melalui komunikasi yang saling menghargai.
l. Memahami pola pikir PNS melalui pengenalan terhadap konsepsi dasar Pola Pikir
m. Menjelaskan Konsepsi Penyelenggaraan Negara yang Bersih yang bebas dari Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN)

C. PESERTA DIKLAT GOLONGAN I DAN II
Peserta Diklat Prajabatan Golongan I, II pelaksanaan di Kendal berjumlah 2 (dua) kelas yaitu Angkatan/kelas 9 dan 10. Setiap kelas berjumlah 40 orang. Peserta tersebut terdiri dari Kanwil Kementerian Agama Jawa-Tengah dan D.I. Yogyakarta yang terdiri dari :
ALOKASI JUMLAH PESERTA DIKLAT PRAJABATAN KELAS/ANGKATAN 9 - 10

NO ASAL DAERAH/INSTANSI JUMLAH KET
1 Kementerian Agama Kab. Cilacap
2 Kementerian Agama Kab.Banyumas
3 Kementerian Agama Kab.Kebumen
4 Kementerian Agama Kab.Wonosobo
5 Kementerian Agama Kab.Sukoharjo
6 Kementerian Agama Kab.Purbalingga
7 Kementerian Agama Kab.Batang
8 Kementerian Agama Kab.Pemalang
9 Kementerian Agama Kab.Banjarnegara
10 Kementerian Agama Kab.Salatiga
11 Kementerian Agama Kab.Boyolali
12 Kementerian Agama Kab.Semarang
13
Kementerian Agama Kab. Kodya Yogyakarta
14 Kementerian Agama Kab.Gunungkidul
15 Kementerian Agama Kab. Kulon Progo
16 Kementerian Agama Kab. Sragen
17. Kementerian Agama Kab. Batang
18. Kementerian Agama Kab. Pekalongan
19. Kementerian Agama Kab.
20. Kementerian Agama Kab.
21. Kementerian Agama Kab.
D. WAKTU PELAKSANAAN DAN KURIKULUM DIKLAT
1. Waktu dan ketentuan Diklat Prajabatan
Diklat Prajabatan golongan I dan II angkatan/Kelas 9 dan 10 Honorer dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Diklat dilaksanakan selama 19 hari dengan jumlah 184 jam pelajaran @ 45 menit.
b. Rata-rata 9 jam pelajaran perhari
c. Peserta di asramakan/wajib tinggal di asrama selama mengikuti Diklat prajabatan

2. Ko Kurikuler/PMFD
a. Pembinaan baca Al-Qur’an dan ibadah (peserta yang beragama Islam)
b. Jama’ah sholat subuh (peserta yang beragama Islam)
c. Peraturan baris berbaris dan Latihan Tata Upacara Sipil (PBB dan TUS)
d. Olah raga (senam dan jalan sehat) Apel pagi

E. EVALUASI
Beberapa aspek penilaian peserta Diklat Prajabatan Golongan I dan II adalah terdiri dari :
1. 60% aspek afektif/ sikap dan perilaku
Disiplin berbobot : 30%
Kerjasama berbobot : 20%
Prakarsa berbobot : 10%
2. 40% aspek kognitif/penguasaan materi
Jumlah nilai sikap dan perilaku ditambah nilai penguasaan materi (hasil ujian) adalah nilai akhiryang diperoleh peserta Diklat Prajabatan. Apabila peserta mendapat nilai rata-rata akhir kurang dari 70 dinyatakan TIDAK LULUS atau kehadiran peserta kurang dari 95% dari jam pelajaran dinyatakan GUGUR.
Kualifikasi kelulusan peserta ditetapkan sebagai berikut :
a. Lulus sangat memuaskan : skor 92,5 – 100
b. Lulus memuaskan : skor 82,5 – 92,4
c. Lulus baik sekali : skor 77,5 – 84,9
d. Lulus baik : skor 70,0 -77,4
e. Tidak lulus : skor di bawah 70

F. FASILITATOR
Pelaksanaan Diklat Prajabatan Golongan I dan II Angkatan 9 dan 10 Honorer difasilitasi di antaranya:
1. Panitia Umum dari Balai Diklat Tenaga Teknis Keagamaan Semarang
2. Panitia Kelas
3. Tim PMFD (Pembinaan Mental Fisik dan Disiplin)
4. Pengurus kelas/Angkatan 9
a. Ketua : 1. Shobirin, A. Ma
2.Wawan Kurniawan
b. Sekretaris : 1. Aminudin
2.Sakdiyah
c. Bendahara : 1. Dwi Adi Cahyati, A. Md
2. Umi Hikmah,
d. Seksi-seksi
Fisik /Olah Raga : 1.Sultono Priyanto, A. Ma
2.Sumadi
Keagamaan : 1.Zarkoni, A. Ma
2.Siti Fatonah

Pengurus kelas/Angkatan 10
a. Ketua : 1. Sujiyono
b. Sekretaris : Aniristiayana
c. Bendahara : Khairiyah
d. Seksi-seksi
Fisik /Olah Raga : Mukti Widodo
Keagamaan : Ansori
5.Widyaiswara
Widyaiswara sebagai pelaksana materi pembelajaran di kelas atau angkatan 9 dan 10 terdiri dari :
No. MATERI
PEMBELAJARAN KELAS / ANGK. 9 KELAS / ANGK. 10
1. Dinamika kelompok Drs. Suyadi, M. Kes Drs. H. Romli, M. Pd

2. Prinsip pelaksanaan perkantoran moderen Drs. H. Maskuri Drs. H. Maskuri

3. Sistem penyelenggaraan Pemerintah NKRI Drs.Tarmuji,MA Drs. H. Muh. Jam’an Haq, M. Pd

4. Wawasan kebangsaan dalam kerangka NKRI Mutadi, S Pd, M. Ed Drs. Sholahudin, M. Pd

5. Membangun kerja sama tim ( Team Building) Drs. Teguh Suyitno, M. Pd Drs. Bisri Mustofa, M. Pd

6. Budaya kerja Organisasi Pemerintah Drs. H.Nafiuddin, M.si., M.Pd Drs. H. Machsun Chozin

7. Percepatan pemberantasan koropsi. Drs. H. Djunaidi Drs. H. Djunaidi

8.
Etika Organisasi pemerintah Darwiyanto, S. Pd., M.Pd Drs. Teguh Suyitno, M. Pd

9.
Komunikasi yang efektif Dra.Hj.Siti Rokhanah, M.Ag Nurul Kamilati, M. Pd. M. Ed
10. Pelayanan prima Drs. H. Romli, M. Pd Drs. Suyadi, M. Kes
11. Menejemen kepeg.Negara Humaidi Adnan, BA Humaidi Adnan, BA
12. Pemerintahan yang baik. Drs.Slamet, M.Ag Drs.Slamet, M.Ag
13. Pola pikir (Mind Setting) H. Sholihin, M. Si H. Sholihin, M. Si

14. Tata Persuratan dan tehnik pengarsipan surat. Drs. H. Maskuri Drs. H. Maskuri
15. Tata Cara Pembuatan Laporan. Drs. H. Faizin,MM Drs. H. Faizin,MM

16. Muatan Substansi Kem. Agama Pusat dan daerah Drs. Moh. Dachirin Said, SH. Drs. Moh. Dachirin Said, SH.

17. Kebijakan pembinaan Kehidupan beragama Drs. H. Masykur Hadi, MM Drs. H. Masykur Hadi, MM


6. Akomodasi
Selama kegiatan Diklat Prajabatan Golongan I dan II angkatan 9, 10 Honorer peseta mendapat Akomudasi/Konsumsi sbb :
a. Konsumsi makan 3 kali, snack 2 kali
b. Asrama yang memadai
c. Ruang kuliah masing-masing Angkatandan Aula
d. Sarana olahraga
e. Televisi
f. Mendapatkan Topi, Tas dan Kaos








BAB II
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

A. PROSES PEMBELAJARAN
Proses pembelajaran dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh panitia. Adapun Proses pembelajaran dilakukan sejak tanggal 08 Februari sampai 26 Maret 2010. Pembelajaran dimulai pukul 04.30 dan diakhiri pukul 21.00 WIB.

B. ALAT BANTU PEMBELAJARAN
Dalam melaksanakan pembelajaran disediakan alat bantu berupa :
1. Laptop
2. LCD
3. White board
4. Wireles
5. Spidol dan Penghapus
6. Kertas HVS dan Dorslag
7. Meja dan Kursi

C. MANFAAT DIKLAT UNTUK MELAKSANAKAN TUGAS
Setelah peserta mengikuti Pendidikan dan Latihan Prajabatan, diharapkan adanya hasil yang diperoleh oleh peserta, yang diantaranya yaitu :
1. Peserta dapat meningkatkan pengetahuan, keahlian, ketrampilan sikap dan dapat melaksanakan tugas secara professional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kebutuhan instansi.
2. Peserta dapat memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayananan, pengayoman, dan pemberdayaan masyarakat.
3. Peserta dapat menciptakan visi dan dinamika serta pola pikir dalam melaksanakan tugas.








BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Dari pelaksanaan kegiatan prajabatan golongan I dan II angkatan 9 honorer dapat diambil kesimpulan :
1. Peserta sebagai unsur utama aparatur Negara mempunyai peran yang menentukan demi terselenggaranya keberhasilan pembangunan pemerintah.
2. Peserta diharapkan mampu menjadi sosok PNS yang berperan di instansi masing-masing dengan didukung kemampuan yang memadai.
3. Peserta mempunyai sikap, komitmen, disiplin dan etos kerja yang baik.

B. SARAN
Untuk mewujudkan hasil yang maksimal dalam kegiatan prajabatan dan demi sempurnanya laporan ini, kami memberikan saran kepada instansi yang terkait:
1. Peserta hendaknya menjadikan kegiatan ini sebagai momentum membekali diri menjadi PNS yang berprestasi, berdedikasi tinggi, mempunyai loyalitas yang tinggi dan berakhlaqul karimah serta menghindari perbuatan tercela.
2. Perlu diadakan materi outbound.
3. Karena masih banyak CPNS yang belum mengikuti Diklat Prajabatan, kami mengusulkan Diklat Prajabatan bisa diadakan di setiap Propinsi.
4. Kepada Bapak/Ibu Pejabat Struktural memberikan perhatian lebih pada peserta sehingga pada akhirnya peserta mempunyai daya guna yang lebih baik di instansi masing-masing.

C. LAMPIRAN

Manajemen risiko dari trading forex

Manajemen risiko
dapat membuat perbedaan antara hidup atau mati mendadak dengan trading forex. Anda dapat memiliki sistem perdagangan yang terbaik di dunia dan masih gagal tanpa manajemen risiko yang tepat. Manajemen risiko adalah kombinasi dari beberapa ide untuk mengendalikan risiko trading Anda. Hal ini dapat membatasi ukuran banyak perdagangan, hedging, perdagangan hanya selama jam atau hari tertentu, atau mengetahui kapan harus mengambil kerugian.
Mengapa manajemen risiko penting?
Manajemen risiko adalah salah satu konsep kunci untuk hidup sebagai seorang forex trader. Ini adalah konsep yang mudah dipahami bagi para pedagang, tetapi lebih sulit untuk benar-benar diterapkan. Broker dalam industri seperti berbicara tentang manfaat menggunakan leverage dan terus fokus dari dari kekurangan. Hal ini menyebabkan para pedagang untuk datang ke platform perdagangan dengan pola pikir bahwa mereka harus mengambil risiko besar dan bertujuan untuk banyak uang. Tampaknya terlalu mudah bagi mereka yang telah melakukannya dengan demo account, tapi begitu nyata uang dan emosi datang, segalanya berubah. Di sinilah manajemen risiko benar penting.
Mengendalikan kerugian
Salah satu bentuk manajemen risiko adalah mengontrol kerugian. Tahu kapan untuk memotong kerugian pada perdagangan. Anda dapat menggunakan hard berhenti atau berhenti mental. Keras berhenti adalah ketika Anda menetapkan stop loss pada level tertentu Anda untuk melakukan perdagangan. Mental berhenti adalah ketika Anda menetapkan batas berapa banyak tekanan atau penarikan Anda akan mengambil untuk perdagangan. Mencari tahu di mana harus menetapkan stop loss adalah ilmu semua untuk dirinya sendiri, tapi yang utama adalah, itu harus dengan cara yang cukup membatasi risiko pada perdagangan dan masuk akal bagi Anda. Setelah stop loss Anda diatur dalam kepala Anda, atau pada platform trading Anda, tetap dengannya. Mudah untuk jatuh ke dalam perangkap bergerak stop loss Anda lebih jauh dan lebih jauh keluar. Jika Anda melakukan ini, Anda tidak memotong kerugian anda secara efektif dan hal itu akan menghancurkan Anda pada akhirnya.
Banyak menggunakan ukuran yang benar
Broker iklan Anda akan berpikir bahwa itu layak untuk membuka rekening dengan $ 300 dan menggunakan leverage 200:1 untuk membuka mini lot perdagangan sebesar $ 10.000 dolar dan ganda uang Anda dalam satu perdagangan. Tidak ada yang bisa lebih jauh dari kebenaran. Tidak ada rumus ajaib yang akan tepat ketika datang untuk mencari tahu nasib Anda ukuran, tetapi pada awalnya, lebih kecil lebih baik. Setiap trader akan memiliki tingkat toleransi risiko. Terbaik Aturannya adalah menjadi seperti konservatif yang Anda bisa. Tidak semua orang memiliki $ 5.000 untuk membuka rekening bersama, tetapi penting untuk memahami risiko lebih besar menggunakan banyak dengan saldo account kecil. Menjaga banyak ukuran yang lebih kecil akan memungkinkan Anda untuk tetap fleksibel dan mengelola perdagangan anda dengan logika bukan emosi.
Pelacakan secara keseluruhan eksposur
Sewaktu menggunakan banyak mengurangi ukuran adalah hal yang baik, tidak akan banyak membantu Anda jika Anda membuka terlalu banyak banyak. Hal ini juga penting untuk memahami korelasi antara pasangan mata uang. Sebagai contoh jika Anda pergi singkat pada EUR / USD dan panjang di USD / CHF, Anda terpapar dua kali ke USD dan dalam arah yang sama. Itu setara dengan yang lama 2 lot sebesar USD. Jika USD turun, Anda memiliki rasa sakit dosis ganda. Menjaga Anda secara keseluruhan eksposur terbatas akan mengurangi risiko Anda dan menjaga Anda dalam permainan untuk jangka panjang.
Intinya
Manajemen risiko adalah semua tentang menjaga risiko terkendali. Yang lebih terkontrol risiko Anda, semakin fleksibel Anda dapat bila Anda perlu. Forex trading adalah tentang kesempatan. Pedagang harus mampu bertindak ketika peluang tersebut muncul. Dengan membatasi risiko Anda, Anda memastikan bahwa Anda akan dapat terus diperdagangkan saat segala sesuatu tidak berjalan seperti yang direncanakan dan Anda akan selalu siap. Menggunakan manajemen risiko yang tepat dapat menjadi perbedaan antara menjadi seorang forex profesional, atau menjadi cepat blip pada tabel.